Kamis, 19 Maret 2015

Betapa Berartinya Bayanganmu

Part II
      Berbagai pertanyaan menghujani sisi relung hati si gadis kecil itu ketika ada yang tahu ini apa dan tidak lah mengapa selama ia masih bisa mengatasinya. Namun ini akan kelihatan sulit baginya saat semua orang bisa menebak dan menerka-nerka apa yang terjadi seutuhnya. Begitu banyak sepertinya yang berubah diantara mereka berdua. Sangat banyak yang terjadi sampai ia pun terkecoh dengan perasaannya sendiri. Ia mulai mencoba menganggapnya hanyalah sebuah games yang akan seleasi pada waktunya berharap ini tidaklah nyata melainkan semu yang dirasa ingin kan hanya sebatas mimpi apa yang terjadi. Tidakkah engkau menyadari wahai si petuah pria berpakaian merah kelam hitam bahwa sesungguhnya hati ini telah kau permainkan, perasaan ini telah kau hancurkan.
      Teringat lah oleh sang gadis kecil bahwa ada sepercik cahaya di sudut kilau mega dunia menunggu di belahan laut sana terbentang luas di pulau yang lain. Penantian yang menunggu waktu lama. Terasa risau gundah gulana di hati sang gadis kecil. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk memudarkan hubungan kepada pancaran sinar itu. Walaupun terkadang terbesit rasa bersalah di pikirannya kadang kala itu pun harus dilakukan untuk kepentingan menuju tujuan utama dia pula lah. Tak ada harapan yang banyak kepada sang pancaran sinar itu kecuali pengertiannya saat ini diceritakan suatu hari nanti yang kita tahu bahwa perasaan yang lain harus terkubur dan memudar untuk beberapa waktu hingga si merah kelam ini dapat membawa nya ke dalam situasi yang terarah.
       Tidaklah mudah bagi si gadis kecil memutuskan hal serupa untuk kedua kalinya. Cukuplah sekali ia melakukan hal ini membelah nya menjadi dua. Bersandiwara dan terus bersandiwara adalah hal yang harus dilakukan saat ini. Jalan ini ditempuh karena si gadis kecil tidak sanggup lagi berjuang sendirian dalam kesedihan. Yang mana kita tahu bahwa sesungguhnya jiwa sosial yang tak ingin ditinggal pun masih melekat pada tiap-tiap insan tak terkecuali pun dengan ia.
      Makna berjuta tawa sang gadis kecil pun meminta pendapat dengan para sahabat nya. Ada yang mengeluarkan pendapatnya dengan luar biasa ada pula yang biasa-biasa saja. Setidaknya isi hatinya sudah diutarakan dengan mengambil sampel pada orang terdekatnya. Bahkan kepada sang sinar di belahan pulau yang lain. Terasa sesak ketika ia menyadari ini tak akan mungkin terjadi berharap dan terus berharap badai kan cepat berlalu memang tak semua orang berhati besar untuk memahami sisi jiwa yang lain relung pertahanan yang akan tetap bertahan kapanpun jua. Manusia memang tak akan pernah puas. Salahkah gadis kecil jika ia harus melakukan ini. Tanya hati sendiri. Menjalani ini tidakkah sejalan dengan rasa yang mengalir perlahan. Usailah sudah keputusan telah di ambil. Kebohongan hadir untuk menutupi kebohongan yang lain. Ingatlah sinar belahan di pulau yang lain tetap setia dengan janji-janji yang telah ada.
      Kesalahan sang waktu, atau hanya keadaan yang pantas dipersalahkan ataupun keduanya. Yang pertama tak seindah yang kedua. Namun, Yang kedua begitu indah karena telah paham dengan hal yang terjadi saat sisi pertama. Seanggun cinta selaras kasih sayang. Lelah hati nya menunggu,
     Tak pernah lelah, hari ini pun dikejutkan dengan hal tak terduga. sang pria datang dengan waktu yang telah diluangkannya. Ingatan kabut samar-samar mulai muncul. Tak apalah kini pikiran sang gadis kecil hanya ada satu-satunya masalah yang belum kelar untuk bulan depan. Apakah ....

Bersambung...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar