Jumat, 03 April 2015

Betapa Berartinya Bayanganmu

            
Part IV

 
            Inilah saat terakhir penantian itu, rasa ini pun hilang tiba-tiba. Kini si gadis kecil pun tahu bahwa si pria memang mempunyai sifat seperti itu. Sang gadis kecil harus mengubah pikirannya, karena hanya sang mentari dibelahan laut sanalah yang setia menunggunya. Bukanlah sesosok bayang semu yang hadir tiba-tiba. Mengisi setiap lengkungan hidup nan berdusta. Derita tiada akhir jawabannya pada pangkuan ibu pertiwi ini. Janganlah menyia-nyiakan waktu hanya untuk hal yang tak pasti. Lihatlah langit dengan agungnya memberikan warna cerah di siang buta dan tiba-tiba longsor oleh serpihan hujan. Kita sama semuanya sama, kadangkala rasa membutakan asa. Hati sang gadis kecil tertutup untuk selamanya. Karena ia merasa sudah diabaikan untuk waktu yang lama, tidak ada respon untuk hal yang sederhana. Semoga nilai Ujian Tengah Semester gadis kecil berakhir istimewa setelah ia meninggalkan segalanya dan tetap setia pada laut merah



END

Kamis, 19 Maret 2015

Betapa Berartinya Bayanganmu

Part III
     "Mungkinkah kau yang jadi kekasih hatiku dan mungkinkah aku bermimpi kau yang ada disini menemaniku" pikirnya kala itu.
     Malam itu ia merasakan kesedihan yang teramat dalam sebagai fitrah manusia yang tidak bertemu keluarga selama tiga bulan lamanya. Ingin rasanya bertemu dengan kalian bersama bermain ria. Betapa menyakitkan sendirian di kehidupan ini. Mengerikan tanpa aturan tanpa teguran tanpa sapa manja menyalam salaman tiap pagi seperti dulu.
    Seakan sahabat tak berarti dimata, hanya sayang keluargalah yang dapat menguatkan hati ini. Terasa membengkak mata ini saat bulir berkilauan itu jatuh terurai dan terus mengalir bak pancaran sinar mentari di pagi hari di pelupuk mata.
    Cinta yang melenakan harus di hapuskan. Cukuplah sampai disini, kau hanyalah ilusi yang tak pernah nyata. Memberikan harapan lalu melepaskannya. Orang yang paling berbahaya adalah orang yang mencoba merasuki dan menyentuh sisi jiwa ini namun tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi.
     Mendengarkan musik lembut nan syahdu adalah hal yang dapat dilakukan saat ini untuk menghilangkan depresi. Tapi, kepala ini benar-benar sakit. Tak tertahankan. Tidur lagi pun tiada gunanya jua. Turun mengalir di seluruh tubuh.
     Ku ingin rasa ini tersampaikan sebelum diri ini tak kuasa menghirup nafas lagi tuk terakhir kali. Tapi aku akan tetap setia. Namun jujur, sulit membedakan perasaan suka dan perasaan kepada kakak jika itu antara lelaki dan perempuan tiada tali persaudaraan.
     Ku rasa akhir-akhir ini candaan kita telah melewati lampau batas sehingga terciptalah kedekatan antara kita. Akhirnya juga harus kurelakan kehilangan salah satu diantara kalian.
    Ingin kutatap kedua bola matamu, tersirat apa yang terjadi. Ku tahu semua akan berakhir. Tapi ku tak rela melepaskan. Tanya, tanya aku kenapa aku tidak ingin  melepaskanmu. Hanya mulut diam membisulah yang akan kau dapatkan. Apakah yang harus aku lakukan. Untuk menarik perhatianmu, walau harus mengiba lagi. Salahkah diriku terlalu mencitaimu. Aku hanya ingin kau tak pernah pergi dari diri ini.
     Hari esok harus kulupakan sejuta harapan untuk selamnya. Tak sanggup, sangat lelah saat menghembuskan nafas yang tersisa. Biarlah kau hanya menjadi bayangan indah yang tak  bisa kumiliki. Usai, ingin kuselesaikan cerita ini.Namun tiada kekuatan untuk mengungkapkannya pada dirimu.
     Tiada ku duga saat hadirmu disini membuat hal ini terjadi....

Bersambung....

Betapa Berartinya Bayanganmu

Part II
      Berbagai pertanyaan menghujani sisi relung hati si gadis kecil itu ketika ada yang tahu ini apa dan tidak lah mengapa selama ia masih bisa mengatasinya. Namun ini akan kelihatan sulit baginya saat semua orang bisa menebak dan menerka-nerka apa yang terjadi seutuhnya. Begitu banyak sepertinya yang berubah diantara mereka berdua. Sangat banyak yang terjadi sampai ia pun terkecoh dengan perasaannya sendiri. Ia mulai mencoba menganggapnya hanyalah sebuah games yang akan seleasi pada waktunya berharap ini tidaklah nyata melainkan semu yang dirasa ingin kan hanya sebatas mimpi apa yang terjadi. Tidakkah engkau menyadari wahai si petuah pria berpakaian merah kelam hitam bahwa sesungguhnya hati ini telah kau permainkan, perasaan ini telah kau hancurkan.
      Teringat lah oleh sang gadis kecil bahwa ada sepercik cahaya di sudut kilau mega dunia menunggu di belahan laut sana terbentang luas di pulau yang lain. Penantian yang menunggu waktu lama. Terasa risau gundah gulana di hati sang gadis kecil. Sampai akhirnya ia memutuskan untuk memudarkan hubungan kepada pancaran sinar itu. Walaupun terkadang terbesit rasa bersalah di pikirannya kadang kala itu pun harus dilakukan untuk kepentingan menuju tujuan utama dia pula lah. Tak ada harapan yang banyak kepada sang pancaran sinar itu kecuali pengertiannya saat ini diceritakan suatu hari nanti yang kita tahu bahwa perasaan yang lain harus terkubur dan memudar untuk beberapa waktu hingga si merah kelam ini dapat membawa nya ke dalam situasi yang terarah.
       Tidaklah mudah bagi si gadis kecil memutuskan hal serupa untuk kedua kalinya. Cukuplah sekali ia melakukan hal ini membelah nya menjadi dua. Bersandiwara dan terus bersandiwara adalah hal yang harus dilakukan saat ini. Jalan ini ditempuh karena si gadis kecil tidak sanggup lagi berjuang sendirian dalam kesedihan. Yang mana kita tahu bahwa sesungguhnya jiwa sosial yang tak ingin ditinggal pun masih melekat pada tiap-tiap insan tak terkecuali pun dengan ia.
      Makna berjuta tawa sang gadis kecil pun meminta pendapat dengan para sahabat nya. Ada yang mengeluarkan pendapatnya dengan luar biasa ada pula yang biasa-biasa saja. Setidaknya isi hatinya sudah diutarakan dengan mengambil sampel pada orang terdekatnya. Bahkan kepada sang sinar di belahan pulau yang lain. Terasa sesak ketika ia menyadari ini tak akan mungkin terjadi berharap dan terus berharap badai kan cepat berlalu memang tak semua orang berhati besar untuk memahami sisi jiwa yang lain relung pertahanan yang akan tetap bertahan kapanpun jua. Manusia memang tak akan pernah puas. Salahkah gadis kecil jika ia harus melakukan ini. Tanya hati sendiri. Menjalani ini tidakkah sejalan dengan rasa yang mengalir perlahan. Usailah sudah keputusan telah di ambil. Kebohongan hadir untuk menutupi kebohongan yang lain. Ingatlah sinar belahan di pulau yang lain tetap setia dengan janji-janji yang telah ada.
      Kesalahan sang waktu, atau hanya keadaan yang pantas dipersalahkan ataupun keduanya. Yang pertama tak seindah yang kedua. Namun, Yang kedua begitu indah karena telah paham dengan hal yang terjadi saat sisi pertama. Seanggun cinta selaras kasih sayang. Lelah hati nya menunggu,
     Tak pernah lelah, hari ini pun dikejutkan dengan hal tak terduga. sang pria datang dengan waktu yang telah diluangkannya. Ingatan kabut samar-samar mulai muncul. Tak apalah kini pikiran sang gadis kecil hanya ada satu-satunya masalah yang belum kelar untuk bulan depan. Apakah ....

Bersambung...

Senin, 16 Maret 2015

Betapa Berartinya Bayanganmu


       Seorang gadis kecil melakukan penulusuran jati diri dengan berbagai pertanyaan pada setiap dunia yang dimasukinya. Dengan keluguan dan kepolosan yang akan terlihat disetiap sisi perbuatan dan pertanyaannya. Yang memiliki impian dan sempat ia hancurkan dengan karesteristik yang berbeda dari sebelumnya tentu saja tidak lupa ia mencoba hal-hal baru meskipun itu memilukan.
      Pagi itu cuaca sedikit mendung dengan sedikit pancaran sang mentari ia beranikan diri untuk  mengikuti alur yang terjadi setiap waktu setiap hal-hal yang mungkin terjadi. Ia memulai harinya dengan bangun pagi. Seperti gadis-gadis biasanya ia selalu ceria dan bersahabat. Entah apa yang terjadi ia tiba-tiba teringat kepada seseorang yang hadir dan tak terduga yang selama ini belum pernah ia menemukannya yaitu masih ada orang yang perduli padanya saat kondisi seperti ini pada setiap kondisi kesedihan yang menyerpa karena jauh dari orang tua berikut sanak saudara. Perasaan aneh yang menghinggapi setiap waktu yang mungkin singgah sampai qolbu yang terdalam berupa sebuah kehangatan dan perlindungan yang ia dapatkan.
      Biarlah, biarlah rasa ini tumbuh sampai batas Tuhan memutuskannya. Kita bisa menyebutnya sesuatu yang terpendam dan sulit diungkapkan. Yang diharapkan tidak lah lebih dari kedekatan saja nah, itu sudahlah cukup baginya. Kadang ia merasa sosok itu seperti kakak kadang seperti sahabat dan kadang kala sesuatu yang lain. Mencoba dan terus mencoba menghapus paksa ingatan itu adalah sebuah kesalahan. Namun, sakit itu terasa kuat ketika ia tahu itu hanyalah sebuah harapan yang diulurkan tanpa pertanggung jawaban.
       Fokus-fokus kuliah, satu titik terang saling melengkapi namun nampak berdebu. Merasa tidak percaya diri adalah sebuah kekurangan padahal keberanian telah ada di jiwa. Merasa sendiri di langit bumi dan tak dapat menangis ketika orang itu telah datang karena hiburannya membuat jantung menagis tanpa lelehan air di pelupuk mata irisan hati begitu sakit ketika ia menghilang. Mungkinkah ini sebuah ketergantungan? Tapi apakah salah merasa dekat kepada orang yang membuat kita nyaman dan selalu ingin berada disisinya. Mungkin sejenak dapat ia lupakan saat kesibukan menjelang. Tidak ini terlalu lelah jika diteruskan. Apa itu bakat? Dan apa pula itu semangat? Kadang kala mencoba dan terus mencoba tapi hasil tak ada hanya sakitnya jelujuran usus yang dirasa. Tapi ia akan mencoba bertanggung jawab dan berjanji tidak akan mempermainkan masalah kembali dengan cara melarikan diri. Kepada sosok ramah tamah itu terima kasih banyak telah banyak menyadarkan diri ini. Tapi rasa malas itu apa? Kenapa begitu sulit untuk dilepaskan?
      Tak ada yang pasti untuk itu, satu-satunya kesalahan adalah mengapa kita bertemu saat ini. Kehadiranmu begitu terlambat. Takdir ini sulit  untuk dipahami. Kini kucoba untuk mengerti apa yang kau beri. Meskipun itu akan menghancurkan hatiku tapi akan ku coba untuk tetap teguh. Bukankah manusia pantas untuk merasakan perasaan itu? Tapi entahlah cuma ketepatan sasaranlah yang dapat menggenggamnya. …..