Part III
"Mungkinkah kau yang jadi kekasih hatiku dan mungkinkah aku bermimpi kau yang ada disini menemaniku" pikirnya kala itu.
Malam itu ia merasakan kesedihan yang teramat dalam sebagai fitrah manusia yang tidak bertemu keluarga selama tiga bulan lamanya. Ingin rasanya bertemu dengan kalian bersama bermain ria. Betapa menyakitkan sendirian di kehidupan ini. Mengerikan tanpa aturan tanpa teguran tanpa sapa manja menyalam salaman tiap pagi seperti dulu.
Seakan sahabat tak berarti dimata, hanya sayang keluargalah yang dapat menguatkan hati ini. Terasa membengkak mata ini saat bulir berkilauan itu jatuh terurai dan terus mengalir bak pancaran sinar mentari di pagi hari di pelupuk mata.
Cinta yang melenakan harus di hapuskan. Cukuplah sampai disini, kau hanyalah ilusi yang tak pernah nyata. Memberikan harapan lalu melepaskannya. Orang yang paling berbahaya adalah orang yang mencoba merasuki dan menyentuh sisi jiwa ini namun tidak bertanggung jawab atas apa yang terjadi.
Mendengarkan musik lembut nan syahdu adalah hal yang dapat dilakukan saat ini untuk menghilangkan depresi. Tapi, kepala ini benar-benar sakit. Tak tertahankan. Tidur lagi pun tiada gunanya jua. Turun mengalir di seluruh tubuh.
Ku ingin rasa ini tersampaikan sebelum diri ini tak kuasa menghirup nafas lagi tuk terakhir kali. Tapi aku akan tetap setia. Namun jujur, sulit membedakan perasaan suka dan perasaan kepada kakak jika itu antara lelaki dan perempuan tiada tali persaudaraan.
Ku rasa akhir-akhir ini candaan kita telah melewati lampau batas sehingga terciptalah kedekatan antara kita. Akhirnya juga harus kurelakan kehilangan salah satu diantara kalian.
Ingin kutatap kedua bola matamu, tersirat apa yang terjadi. Ku tahu semua akan berakhir. Tapi ku tak rela melepaskan. Tanya, tanya aku kenapa aku tidak ingin melepaskanmu. Hanya mulut diam membisulah yang akan kau dapatkan. Apakah yang harus aku lakukan. Untuk menarik perhatianmu, walau harus mengiba lagi. Salahkah diriku terlalu mencitaimu. Aku hanya ingin kau tak pernah pergi dari diri ini.
Hari esok harus kulupakan sejuta harapan untuk selamnya. Tak sanggup, sangat lelah saat menghembuskan nafas yang tersisa. Biarlah kau hanya menjadi bayangan indah yang tak bisa kumiliki. Usai, ingin kuselesaikan cerita ini.Namun tiada kekuatan untuk mengungkapkannya pada dirimu.
Tiada ku duga saat hadirmu disini membuat hal ini terjadi....
Bersambung....