Senin, 16 Maret 2015

Betapa Berartinya Bayanganmu


       Seorang gadis kecil melakukan penulusuran jati diri dengan berbagai pertanyaan pada setiap dunia yang dimasukinya. Dengan keluguan dan kepolosan yang akan terlihat disetiap sisi perbuatan dan pertanyaannya. Yang memiliki impian dan sempat ia hancurkan dengan karesteristik yang berbeda dari sebelumnya tentu saja tidak lupa ia mencoba hal-hal baru meskipun itu memilukan.
      Pagi itu cuaca sedikit mendung dengan sedikit pancaran sang mentari ia beranikan diri untuk  mengikuti alur yang terjadi setiap waktu setiap hal-hal yang mungkin terjadi. Ia memulai harinya dengan bangun pagi. Seperti gadis-gadis biasanya ia selalu ceria dan bersahabat. Entah apa yang terjadi ia tiba-tiba teringat kepada seseorang yang hadir dan tak terduga yang selama ini belum pernah ia menemukannya yaitu masih ada orang yang perduli padanya saat kondisi seperti ini pada setiap kondisi kesedihan yang menyerpa karena jauh dari orang tua berikut sanak saudara. Perasaan aneh yang menghinggapi setiap waktu yang mungkin singgah sampai qolbu yang terdalam berupa sebuah kehangatan dan perlindungan yang ia dapatkan.
      Biarlah, biarlah rasa ini tumbuh sampai batas Tuhan memutuskannya. Kita bisa menyebutnya sesuatu yang terpendam dan sulit diungkapkan. Yang diharapkan tidak lah lebih dari kedekatan saja nah, itu sudahlah cukup baginya. Kadang ia merasa sosok itu seperti kakak kadang seperti sahabat dan kadang kala sesuatu yang lain. Mencoba dan terus mencoba menghapus paksa ingatan itu adalah sebuah kesalahan. Namun, sakit itu terasa kuat ketika ia tahu itu hanyalah sebuah harapan yang diulurkan tanpa pertanggung jawaban.
       Fokus-fokus kuliah, satu titik terang saling melengkapi namun nampak berdebu. Merasa tidak percaya diri adalah sebuah kekurangan padahal keberanian telah ada di jiwa. Merasa sendiri di langit bumi dan tak dapat menangis ketika orang itu telah datang karena hiburannya membuat jantung menagis tanpa lelehan air di pelupuk mata irisan hati begitu sakit ketika ia menghilang. Mungkinkah ini sebuah ketergantungan? Tapi apakah salah merasa dekat kepada orang yang membuat kita nyaman dan selalu ingin berada disisinya. Mungkin sejenak dapat ia lupakan saat kesibukan menjelang. Tidak ini terlalu lelah jika diteruskan. Apa itu bakat? Dan apa pula itu semangat? Kadang kala mencoba dan terus mencoba tapi hasil tak ada hanya sakitnya jelujuran usus yang dirasa. Tapi ia akan mencoba bertanggung jawab dan berjanji tidak akan mempermainkan masalah kembali dengan cara melarikan diri. Kepada sosok ramah tamah itu terima kasih banyak telah banyak menyadarkan diri ini. Tapi rasa malas itu apa? Kenapa begitu sulit untuk dilepaskan?
      Tak ada yang pasti untuk itu, satu-satunya kesalahan adalah mengapa kita bertemu saat ini. Kehadiranmu begitu terlambat. Takdir ini sulit  untuk dipahami. Kini kucoba untuk mengerti apa yang kau beri. Meskipun itu akan menghancurkan hatiku tapi akan ku coba untuk tetap teguh. Bukankah manusia pantas untuk merasakan perasaan itu? Tapi entahlah cuma ketepatan sasaranlah yang dapat menggenggamnya. …..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar